Di Manakah Kebahagiaan Itu?

25 11 2012

Kita begitu familiar dengan kata bahagia. Ketika kita pergi ke resepsi pernikahan kerabat atau teman pasti kita menyisipkan harapan dan doa agar mereka berdua bahagia. Namun tentunya bahagia bukan monopoli mereka yang sedang dan akan berkeluarga. Mereka yang masih anak-anak dan remaja pun berhak merasakan kebahagiaan itu. Mungkin saja bentuk bahagia mereka (anak-anak) lebih sederhana dibandingkan dengan orang dewasa. Hampir setiap manusia menginginkan hidupnya bahagia.

Tulisan ini tidak akan mendefinisikan apa itu bahagia dan kebahagiaan karena terbatasnya referensi, selain itu tanpa definisi itu pun kita pasti bisa membayangkan dan merasakan apa itu bahagia.

Dalam blognya http://benhan8.wordpress.com, Beni Handoko menuliskan bahwa pada dasarnya manusia itu tidak bahagia. Kondisi ini menyebabkan manusia akan selalu mencari dan memburu kebahagiaan itu sepanjang hidupnya. Namun sayangnya banyak yang tidak mendapatkan kebahagiaan tersebut. Mereka hanya melakukan achievement dan escapism yang nanti akan mengembalikan mereka menuju kondisi tidak bahagia.

Achievement adalah usaha manusia untuk berpindah dari ketidakahagiaan menuju kebahagiaan melalui pencapaian sesuatu oleh dirinya. Misal dengan berprestasi di kuliah, tempat kerja, menduduki jabatan tertentu, memiliki barang tertentu, memiliki pengikut dan seterusnya.

Sedangkan escapism adalah usaha lari dari ketidakbahagiaan dengan melakukan sesuatu yang dianggapnya akan membawa pada kebahagiaan. Misalnya: bekerja keras, belanja, melakukan olahraga, main game, mabuk-mabukan, nonton film, dan sebagainya.

Seorang ulama Islam, Ibnul Qayim Al Jauziyah telah membagi bentuk kebahagiaan. Bentuk kebahagiaan ini diklasifikasikan dari asal dari pembuat bahagia itu sendiri. Menurut Ibnul Qayim Al Jauziyah kebahagiaan itu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Kebahagiaan yang berasal atau yang disebabkan oleh hal-hal di luar diri manusia. Contoh dari kebahagiaan ini adalah kebahagiaan yang datang karena pemilikan benda di luar manusia seperti harta, mobil, pasangan, anak, uang, pakaian dan sebagainya. Pastilah jika seseorang yang memiliki kebahagian jenis ini akan merasa tidak bahagia jika hal-hal di luar dirinya tersebut menghilang atau rusak. Jika dimasukkan dalam kategori kebahagiaan sebelumnya, kebahagiaan ini masuk dalam kategori achievement.

2. Kebahagiaan yang berasal atau yang disebabkan oleh hal-hal yang ada di dalam diri manusia. Contoh: bahagia karena memiliki tubuh yang lengkap, sehat, kulit indah, wajah rupawan, badan yang kuat dan sebagainya. Manusia yang bahagia dengan bentuk kedua ini akan sangat menderita ketika apa yang ada dalam dirinya mulai menurun. Sama dengan kategori sebelumnya, kebahagian tingkat ini masuk dalam kategori achievement juga.

3. Kebahagiaan yang berasal dari dalam hati manusia. Kebahagiaan dalam tingkatan ini berasal dari hati dan jiwa manusia. Kebahagiaan ini adalah kebahagiaan yang sejati karena tidak tergantung dari kondisi fisik dan di luar fisik manusia yang sangat rentan berubah. Kebahagiaan jenis ini hanya dapat diraih dengan pemahaman ilmu dan amal shaleh.

Yang harus kita yakini sebagai muslim adalah kebahagiaan pasti berasal dari Allah SWT. Allah adalah pemilik segala yang ada di jagat raya ini, termasuk pemilik dan pemberi perasaan bahagia itu. Untuk menggapainya kita harus mengetahui ilmu tentang hidup dan selalu melakukan amal shaleh serta menjauhi maksiat. Kita harus tunduk padanya jika ingin diilhamkan kebahagiaan. Kebahagiaan berasal dari hati, yang pada hakikatnya Allah jua sang pemilik dan pembolak-balik hati.

Sejalan dengan kebahagiaan sejati menurut Ibnul Qayim maka manusia harus melepaskan kebahagiaan dari fisik dan sebab-sebab di luar dirinya. Hal utama yang perlu kita lakukan adalah ridha dan bersyukur dengan apa yang ada sekarang ini. Inilah amalan hati yang akan menjamin kita selalu berbahagia. Dengan syukur dan ridha kita dapat berdamai dengan diri sendiri dan terhindar dari ketergantungan dengan hal di luar diri kita. Lepaskan ikatan-ikatan dari luar hati kita yang mengekang hati kita untuk selalu bersyukur. Biarkan kita bersyukur dan ridha dengan kekinian kita, dengan apa yang Allah berikan kepada kita saat ini.

Sumber:

1. http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/saat-terindah-dalam-hidup-manusia.html

2. http://benhan8.wordpress.com/2012/09/22/the-secret-of-unhappiness


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: