Atas Nama Apa?

29 10 2012

Beberapa orang mengatakan bahwa manusia itu jangan sedikit-sedikit mengatasnamakan Tuhan (Allah SWT) dlm perbuatannya.

Bahkan ada lagu yg liriknya berbunyi: atas nama cinta saja, jangan bawa nama Tuhan. Cukup familiar kah?

Benarkah kita tak boleh mengatasnamakan Tuhan terhadap perbuatan kita? Lalu atas nama siapa? Atas nama diri sendiri, keluarga, Negara, kemanusiaan atau cinta sebagaiamana lirik lagu di atas?

Manusia boleh saja berbuat atas nama Tuhan, bahkan harus. Setiap tindakan harus didasari karena perintah Allah.Hal  ini menjadikan setiap perbuatan bernilai ibadah.

Tanpa latar belakang mengatasnamakan Tuhan maka perbuatan kita bisa sia-sia. Kenapa sia-sia? Perbuatan yang dilakukan karena selain Allah tidak akan mendapatkan ganjaran nanti di hadapan Allah. Sebaik apapun, semulia apapun jika dilakukan hanya karena nafsu, pamer, pujian manusia tidak akan bernilai ibadah.

Ibadah hanya diterima jika hanya diniatkan untuk meraih keridhaan Allah saja. Jika bukan karena Allah maka sudah dianggap menyekutukan Allah.

Selain itu dengan mengatasnamakan Allah kita dapat mengklaim dukungan dari Allah SWT.

Ada syarat agar kita boleh mengatasnamakan Allah SWT.

Syarat tersebut adalah:

  1. Visi dan misi yang sama dengan Allah SWT. Visi dan misi Allah SWT tertuang dalam kitab suci yaitu Al Quran. Visi misi manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepadaNya. Visi misi manusia itu untuk meninggikan kalimat Allah.
  2. Sesuai dengan syariat. Syariat di sini adalah aturan-aturan Allah dan tuntunan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Perbuatan pun harus sesuai syariat.
  3. Terikat dengan Sunnatullah. Sunnatullah adalah ketentuan Allah yang terkait dengan hukum sebab musabab (hukum alam).

Tanpa ketiga syarat tersebut jangan berani-berani mengatasnamakan Tuhan. Sebab pastilah Allah tak akan ridha dengan perbuatan kita. Selain itu jika gagal akan dicemooh oleh orang lain dan akan menjelekkan agama kita.

Hal yang mungkin perlu dijaga adalah sifat tawadhu dan santun. Terlalu sombong akan menyebabkan orang lain tidak simpatik dengan kata-kata “atas nama Tuhan.”

Dikembangkan dari materi kajian Makna Tawakal: Ustad Dwi Condro Triono


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: