Buka Bersama

26 07 2012

Rasulullah Saw bersabda: “Maukah kalian aku beritahu dengan sesuatu yang lebih utama daripada derajat puasa, shalat dan shadaqah? Para sahabat berkata, “Tentu saja wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Yaitu memperbaiki hubungan dengan manusia, jika hubungan dengan manusia sudah rusak, maka hal itu adalah pencukur, yang aku maksudkan bukan mencukur rambut, akan tetapi mencukur agama.” (HR. Turmudzi, hadits shahih).

Berawal dari sms teman kuliah yang mengajak untuk berbuka bersama, ajakan itu langsung kusambut dengan persetujuan. Waktu 2 tahun bersama menuntut ilmu adalah masa-masa yang penuh dengan suka duka. Ajakan buka bersama adalah salah satu ajang untuk saling menyapa kembali teman-teman lama. Menanyakan kabar berita dan saling mendukung satu dengan yang lain.

Di bulan puasa ini, buka bersama telah menjadi agenda wajib yang tak bisa tertinggalkan. Setiap komunitas menjadwalkan pertemuan mereka untuk berbuka bersama. Mulai komunitas teman kantor, teman kuliah, kolega bisnis, klub olahraga, sesama komunitas hobby tertentu, sampai komunitas arisan. Rumah makan dan restoran serta merta penuh sebelum waktu  Maghrib menjelang. Bahkan jika pengunjung tidak memesan tempat beberapa waktu sebelumnya ditanggung tidak mendapatkan tempat.

Begitulah, ketika adzan Maghrib berkumandang serentak para pengunjung berbuka. Dilanjutkan dengan suara denting gelas dan piring beradu dengan sendok. Telah halal kembali makanan dan minuman yang semenjak fajar telah kita tahan untuk menikmatinya. Alhamdulillah..

Namun yang perlu diingat, waktu Maghrib ke Isya’ cukup pendek dibandingkan jarak antar waktu sholat lainnya. Makanan yang sudah terhidang di meja kemungkinan lebih menyibukkan kita dari pada menyegerakan sholat. Dikhawatirkan  juga kita tidak bisa menunaikan shalat di masjid karena kemungkinan jarak masjid yang cukup jauh. Seringnya acara buka bersama dilakukan di mal dan tempat bisnis strategis yang tidak tersedia masjid yang memadai. Selain itu kita tidak bisa shalat di awal waktu karena harus antri shalat di  mushola sempit yang mungkin disediakan di sana. Jika Maghrib telah lewat tanpa shalat berjamaah, maka kemungkinan Isya’ pun akan lepas dari berjamaah.

Lalu apa yang dapat kita peroleh? Maksud hati melakukan buka bersama untuk menjalin hubungan antar insan namun harus mengorbankan ibadah yang lain.  Waktu di bulan Ramadhan ini sangat berharga. Sayang sekali jika ibadah-ibadah wajib harus terkalahkan oleh kegiatan yang lain. Hubungan dengan manusia telah mengalahkan hubungan dengan Allah. Tentu ini bukan tujuan awal kita bukan?

Hadits Nabi SAW di atas  harus disikapi secara bijak. Bahwa hubungan manusia lebih utama dari puasa, shalat dan shadaqah tidak berarti bahwa silaturahim harus mengorbankan puasa, shalat dan shadaqah. Hadits tersebut menekankan bahwa orang yang telah mengerjakan puasa, shalat dan sedekah harus memperbaiki hubungan antar manusia. Tanpa hubungan yang baik antar manusia maka ibadah puasa, shalat dan sedekah akan menghilangkan syiar agama.

Nah, yang terjadi sekarang ini di lingkungan kita  adalah kebalikannya. Kita banyak melakukan kegiatan dengan orang lain yang belum tentu harus kita lakukan — mungkin karena sebenarnya hubungan itu selama ini baik-baik saja– namun tak mempedulikan ibadah wajib yang tak boleh kita tinggalkan atau mengurangi kualitas pelaksanaannya. Jika alasannya hanya sesekali saja dilakukan (misal komentar toh hanya pas Ramadhan saja, sekali setahun aja) maka apakah tidak lebih baik momensetahun sekali ini kita pakai untuk mendulang pahala yang lebih utama? Ini Ramadhan Frennn… Jangan sia-siakan.

Uraian di atas tidak berarti anti terhadap buka bersama. Perlu ditegaskan, hendaknya kita bisa memprioritaskan kegiatan yang lebih bermanfaat di bulan ini. Tolak dengan kata-kata yang santun terhadap undangan kegiatan yang terdapat kemungkinan kita melalaikan ibadah yang lain. Solusi yang lain, berikan alternatif untuk menggelar kegiatan tersebut di masjid sehingga lebih memungkinkan untuk tetap melaksanakan shalat berjamaah. Atau cari tempat makan yang dekat dengan masjid. Atur sedemikian rupa dan integrasikan kegiatan tersebut dengan kegiatan masjid terdekat. InsyaaAllah semua akan terpenuhi. Aamiin. Selamat berpuasa…


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: