Sabar dan Syukur

17 07 2012

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Hadits Nabi tersebut sangat tepat kita renungkan setiap saat. Apa yang kita hadapi dalam hidup ini hanya ada dua, bahagia-sedih, mendapat nikmat-mendapatkan musibah, mendapatkan kelapangan-mendapatkan kesempitan dan seterusnya. Bahkan bagi seorang mukmin pun tak luput dari kehendak Allah tersebut. Begitulah Allah SWT mempergilirkan peristiwa untuk menguji keimanan kita.

Ujian bukan merupakan suatu masalah bagi seorang mukmin. Yang menjadi masalah adalah ketika kita salah dalam menyikapi ujian tersebut. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa seorang yang beriman selalu akan menyikapi setiap kebahagiaan dengan bersyukur dan menyikapi musibah dengan bersabar. Kedua sikap ini akan selalu membawa pada kebaikan bagi mukmin.

Nah, jika selama ini kita masih sering mengeluh dengan musibah dan kesulitan yang kita hadapi, apakah kita pantas masuk dalam golongan orang yang beriman. Keimanan kita diragukan jika kita masih memelihara sikap tidak ridha, mengeluh dan bersedih dengan keadaan yang tidak kita inginkan. Merasa Allah SWT tidak adil, berprasangka tidak baik pada kehendak Allah, dan merasa berhak atas nikmat Allah dibandingkan orang lain.

Barangkali banyak di antara kita yang lebih memilih untuk diuji dengan kesenangan dunia. Seakan jika kita dalam keadaan senang, Allah sedang memuliakan kita. Sebaliknya jika dunia menjauh dari kita, seakan Allah sedang menghinakan kita. Padahal sebenarnya bukanlah begitu. Allah memberikan ataupun menunda nikmat bukan menjadi parameter bahwa Allah sedang memuliakan dan menghinakan seseorang. Berapa banyak orang yang diberikan dunia namun sebenarnya mereka hina di hadapan Allah karena tidak bersyukur, dan sebaliknya berapa banyak orang yang mulia meski tidak memiliki dunia.

Jika itu terjadi pada kita, cepatlah istighfar kemudian berdoa agar selalu diberikan jalan keluar dan petunjuk dalam menyikapi kondisi ini. Lalu segeralah bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Nya, dan bersabarlah jika mendapatkan musibah.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: