Tak Ada yang Kebetulan

22 05 2012

Pernahkah ketika  sedang dalam perjalanan Anda menemui/melewati beberapa  perempatan yang berlampu lalu lintas dan ketika Anda sampai di perempatan-perempatan itu lampunya selalu berwarna hijau? Atau sebaliknya, setiap melewati simpang Anda selalu menemui lampu lalu lintas yang selalu berwarna merah, sehingga mengharuskan Anda berhenti sejenak? Tentunya, Anda lebih senang jika Anda menemukan lampu lalu lintas itu berwarna hijau. Apalagi ketika Anda sedang buru-buru.

Ya.., saya sendiri pernah mengalaminya. Kelihatannya seperti kebetulan. Di saat buru-buru untuk sampai di suatu tempat seakan lampu lalu lintas tak bersahabat. Namun di saat lain, sang lampu lalu lintas seakan begitu mendukung perjalanan kita.

Bukan itu saja, pernah suatu ketika dalam perjalanan saya naik motor selalu saja menemukan daun kering yang  melayang dari pohon di pinggir jalan dan jatuh tepat di depan jalan yang akan saya lewati. Kejadian-kejadian ini kadang mengusik saya.

Akhirnya setelah membaca buku-buku agama, saya mendapatkan pelajaran bahwa hal itu tidak terjadi secara kebetulan. Semua yang terjadi di alam ini terjadi bukan karena ketidaksengajaan. Baik itu peristiwa besar maupun peristiwa sepele seperti jatuhnya daun kering tadi. Semuanya telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh. Semua telah dikehendaki oleh Allah Sang Pencipta alam ini. Bagi kita yang terpenting adalah menyikapi semua yang terjadi tersebut (sesuatu yang kita alami) dengan sabar, ridha dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian untuk selalu menambah ketakwaan kepada Allah SWT.

Kejadian yang menarik lagi yaitu saat saya sedang mengendarai motor di tengah gerimis melewati persawahan, seorang pengendara di depan saya tiba-tiba terjatuh karena melewati sebuah jalan yang berlubang. Saya yang tepat berada beberapa meter di belakangnya langsung mengerem dan terjatuh untuk menghindari menabrak pengendara tersebut.

Suasana persawahan di sekitar tempat saya terjatuh. Indah bukan? Tersebab jatuh jadi bisa istirahat dulu menikmati keindahan pemandangan. Alhamdulillah.

Saya tak menyangka akan menemui kejadian mendadak seperti itu. Padahal lalu lintas saat itu sepi. Saya tidak dalam kecepatan tinggi dan berhati-hati. Demikian juga pengendara yang terjatuh tersebut tidak kelihatan ngebut. Memang kondisi jalan kurang bagus, mulai dari ujung jalan sudah banyak lubang-lubang yang tergenang air. Namun hal itu segera menyadarkan saya, bahwa hal itu sekali lagi bukan kebetulan. Mudah sekali bagi Allah hanya untuk memberikan shock therapy untuk saya atau memberikan  sedikit luka di tangan saya. Seakan Allah mengutus orang lain untuk membuat saya terjatuh.

Jika saya marah dengan kejadian tersebut maka saya sebenarnya belum bisa memahami bagaimana bersikap menghadapi takdir Allah SWT. Jika saya menggerutu maka saya belum bisa ridha dengan ketentuan Allah. Jika saya kemudian ridha, sabar, bersyukur dan memohon ampun atas kejadian tersebut maka insyaaLlah sikap tersebut akan lebih memberikan kenyamanan dalam diri saya.  Wallahu a’lam.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: