Manusia Lancang

1 05 2012

Kita adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Manusia dikaruniakan akal, pikiran dan perasaan yang tidak diberikan Allah kepada makhluk lain. Dengan kelebihan ini manusia hendaknya mampu mensyukuri dan memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebaikan diri sendiri dan kemanfaatan bagi orang lain.

Akal adalah karunia paling menonjol di antara karunia Allah yang tak terhitung lainnya. Manusia memiliki akal sehingga kita bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk, mempertimbangkan dan memutuskan masalah yang kita hadapi, merencanakan dan memprediksi kemungkinan atas suatu peristiwa.

Akal akan menjadi pendukung kita dalam menjalani kehidupan ini. Pemanfaatan akal secara efektif akan menguntungkan pemiliknya dalam usaha mencapai tujuannya.

Namun demikian, akal kadang malah menjadi penghalang bagi manusia. Pemanfaatan akal yang tidak proporsional dengan keyakinan akan kekuasaan Allah SWT akan sangat merusak. Seseorang yang terlalu mengedepankan akal bisa menjadi terlalu optimis dan sebaliknya terlalu pesimis. Orang yang terlalu yakin bahwa (hanya dengan) usahanya dan pemikirannya sebuah capaian akan menjadi kenyataan, akan perlahan menjadi manusia yang tidak manusiawi lagi. Mereka akan segera menjadi manusia yang sombong. arogan dan jumawa. Jika sudah demikian, mereka tak akan lagi memberikan kemanfaatan bagi dirinya apalagi bagi orang lain. Mereka cenderung meremehkan orang dan menganggap orang lain tidak penting. Bahkan yang lebih parah, dia akan merasa menjadi yang paling berkuasa.

Sebaliknya orang yang terlalu mengedepankan akal bisa menjadi terlalu pesimis. Pengetahuan akalnya telah menutupi akan kemungkinan-kemungkinan yang bisa  terjadi atas kehendak Allah SWT. Mereka tidak mampu menyentuh pengetahuan dan rencana Allah SWT. Meskipun di antara sesama manusa mereka dianggap sebagai cerdik pandai yang memiliki gelar akademis, namun sebenarnya orang ini adalah orang yang dangkal. Ilmu Allah SWT yang sangat luas tak akan mampu dimengerti oleh manusia seperti ini.  Ibaratnya  seolah mereka mengetahui hasil dari suatu perbuatan dan usaha dengan hanya bermodal akal yang terbatas.

Secara tidak langsung mereka telah lancang pada kehendak Allah SWT. Sifat Allah yang berkuasa atas segalanya telah terabaikan. Na’udzubillah.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: