Fungsi Tachymeter pada Arloji

22 01 2016
Copassss
Beberapa pertanyaan dan permintaan saya terima mengenai hal yang selama ini memang seharusnya kita tahu yaitu: apa fungsi bezel tachymeter pada sebuah jam chronograph (stopwatch) dan bagaimana cara membaca dan menggunakannya? Sebelumnya kita harus mengetahui dulu apa manfaat dari Tachymeter tersebut.

Tachymeter adalah sebuah alat ukur yang berguna untuk mengukur kecepatan sebuah objek yang berjalan dengan batas standar jarak pengukuran adalah 1 km. Sebuah bezel tachymeter dapat mengukur sebuah objek yang memiliki kecepatan minimal 60km/jam karena itu angka yang tertulis pada bezel tachymeter biasanya 60 (posisi angka 12).

Sebelum menggunakan tachymeter posisikan jarum penghitung (biasanya jarum detik) pada posisi angka 12 (lihat gambar diatas), dengan cara menekan kenop atas dari jam chronograph dan menekan kenop bawah untuk me-reset kembali ke angka 12. Saat objek mulai melewati garis awal perhitungan, fungsi chronograph dapat mulai berjalan. Dan setelah objek melewati batas 1 km, penghitungan dimatikan (dengan menekan kembali tombol diatas).

Untuk mengetahui kecepatan objek itu bisa dilihat pada posisi yang ditunjukkan oleh jarum detik. Misalkan jarum detik menunjuk angka 4 dan petunjuk angka d Tachymeter pada posisi angka 4 adalah 180. Ini berarti kecepatan objek itu adalah 180km/jam.

Pertanyaan berikutnya adalah: Bagaimana dengan objek yang kecepatannya jauh dibawah 60km/jam? apakah tetap isa dihitung dengan skala tachymeter? jawabannya: Bisa, tapi dengan pengaturan standar awal yang sedikit berbeda. Skala standar pengaturan tetap mengacu pada jarak 1km.

Misalkan seorang perenang akan diukur kecepatannya dalam lomba renang sprint 200m. Perhitungan dimulai saat si perenang lompat dan berakhir saat tangannya menyentuh dinding kolam di seberangnya. Misalkan saat tangannya menyentuh dinding, waktu yang ditunjukkan adalah 15 detik (jarum detik di posisi angka 3). Menurut skala tachymeter angka yang ditunjukkan adalah angka 240km/jam. Karena jarak yang ditempuh hanyalah 200m dari 1km (1000m) maka kecepatan yang ditunjukkan dibagi dengan 5 (karena 1000m : 200m = 5). Sehingga kecepatan sebenarnya dari perenang itu adalah 240km/jam : 5 yaitu 48km/jam.

Bagaimana dengan mengukur kecepatan sebuah objek yang kecepatannya jauh lebih tinggi dari 60km/jam? misalkan kita ingin mengukur kecepatan sebuah pesawat terbang. Prinsipnya tetap sama, tapi yang menjadi patokan adalah bukan lagi 1km melainkan 10km. Dan ini juga berarti angka yang ditunjuk pada skala tachymeter akan selalu dikalikan dengan 10. Contoh, sebuah pesawat terbang dalam melakukan perjalanan 10km ternyata hanya membutuhkan waktu selama 30 detik (posisi jarum detik di posisi angka 6). Pada skala tachymeter angka yang ditunjukkan adalah 120km/jam. Karena standar jarak yang digunakan adalah 10km maka kecepatan sebenarnya pesawat itu adalah 120km/jam x 10 yaitu 1200km/jam.

Semoga penjelasan sederhana ini dapat membuat anda mengerti dan memahami fungsi bezel skala tachymeter pada sebuah jam chronograph dan bagaimana cara menggunakannya.





Rumus Format NPWP

22 01 2016
Copas dr 

Rumus Excel Untuk Menghilangkan Titik dan Strip NPWP

=LEFT(A1;2)&MID(A1;4;3)&MID(A1;8;3)&MID(A1;12;1)&MID(A1;14;3)&RIGHT(A1;3)

A1= adalah alamat cell yg akan dirubah format penulisannya

Membuat Format NPWP pada Format Cell Excel di custom 

00″.”000″.”000″.”0″-“000”.”000

ketikan kode diatas..




Lupa Password Blackberry ID

13 02 2013

Kejadian ini saya alami ketika saya akan mendownload aplikasi WhatsApp di Blackberry App. Tentunya ketika kita akan mendownload kita diminta untuk memasukkan password BB ID yang pernah kita daftarkan. Namun karena beberapa kali melakukan kesalahan password akhirnya BB ID saya di-lock (locked) untuk beberapa saat.

Saya tunggu beberapa saat masih saja locked. Saya coba reset password, ternyata tidak berhasil. Ada bantuan ketika kita lupa password yaitu dengan menjawab pertanyaan yang kita pilih pada saat mendaftar blackberry id. Sayangnya saya juga lupa pertanyaan dan jawabannya.

Saya coba cari tau dengan googling. Kebanyakan menyarankan utk melakukan reset.

Akhirnya saya coba untuk delete email yang sudah saya masukkan sebagai Blackberry ID. Kemudian saya mendaftar kembali untuk mendapatkan Blackberry ID. Hasilnya mendapatkan Blackberry ID dengan email yang sama, dan tentunya saya dapat melakukan download aplikasi di BB App World.





Ada Apa Dengan Mereka?

25 11 2012

Awal tahun baru Islam 1434 H lalu kita dikagetkan dengan bencana kemanusiaan yang sudah kesekian kalinya. Kejadian ini terjadi di Gaza salah satu wilayah Palestina yang merdeka. Diawali dengan penyerangan Israel pada kendaraan yang ditumpangi komandan Izzudin Al Qassam, Muhamad Ja’bary yang mengakibatkan syahidnya (insyaaLlah) komandan tersebut. Serangan balasan dari Hamas pun dilancarkan yang berakibat kalapnya pemerintah Israel dengan mengirim rudal-rudal pembunuhnya. Tak pelak puluhan jiwa di pihak Palestina menjadi korban.

Kejadian ini begitu menyita perhatian dunia. Wilayah ini selalu saja bergolak. Korban yang jatuh pun selalu di pihak Palestina, bangsa yang dijajah oleh Israel. Banyak protes dilakukan atas kekejaman Israel dan memberikan dukungan serta simpati terhadap Palestina. Tida hanya itu saja, bantuan kemanusian berupa bahan makanan, obat-obatan maupun donasi yang berbentuk uang dikumpulkan untuk menolong para warga Gaza.

Di tengah tragedi kemanusiaan dan gegap dukungan baik yang berupa protes maupun bantuan tersebut, masih saja ada beberapa orang yang berkomentar miring terhadap usaha tulus mereka yang membantu tersebut. Mereka datang dari negeri kita juga, tak sedikit pula yang mengaku beragama Islam. Alih-alih mendukung, mereka mempermasalahkan bantuan tersebut tidak efektif, menyalahkan karena lebih mengutamakan negara lain, curiga pertanggungjawabannya, ditunggangi kekuatan politis tertentu dan sebagainya.

Mereka hanya bisa mengoceh dan menjelekkan gerakan kemanusian ke Palestina tersebut. Berbeda jika yang mengalami tragedi tersebut bukan orang Islam, pastilah mereka membela dengan membabi buta. Bahkan saya sempat curiga bahwa mereka itu sebenarnya musuh dalam selimut, orang yang menggembosi Islam dari dalam, dan orang yang menjadi kaki tangan musuh-musuh Islam. Jika hanya sekedar nyeleneh atas pemikiran umum mungkin masih dapat dimaklumi, namun dalam masalah kemanusiaan yang sangat jelas di depan mata mereka masih saja berseberangan.

Saya sendiri setuju bahwa kehadiran mereka, dalam kasus ini, sebenarnya berada di pihak sang penjajah Israel. Saya tidak tahu motif apa yang mereka perankan. Apa hubungannya negara ini dengan Israel. Padahal kita tahu bahwa sejak awal berdiri kita tak punya hubungan diplomatik.  Namun saya kemudian menengok kembali sejarah kelam bangsa ini. Saya mengira sebenarnya negara ini punya hubungan terselubung dengan Yahudi dan Israel. Jadi sangat mungkin jika banyak yang lebih berpihak pada Israel.

Kita paham bahwa berabad-abad kita dijajah oleh Belanda. Sebagian pejabat dan prajurit Belanda yang ditugaskan di Indonesia berdarah Yahudi. Negeri Belanda dan Eropa pada umumnya adalah tempat diaspora orang-orang Yahudi. Saat Perang Dunia II usai mereka berbondong-bondong mendatangi Israel, tanah yang katanya dijanjikan. Yahudi Belanda salah satunya.

Dalam film Zwartboek diceritakan bagaimana seorang wanita keturunan Yahudi yang berusaha menyelamatkan diri dari tentara Nazi yang akan segera menguasai Belanda. Dengan kepintarannya dia mampu menyusup ke lingkungan pasukan Nazi. Dalam salah satu scene, wanita Nazi itu menggunakan perangko yang berasal dari Hindia Belanda (Indonesia) untuk mendekati salah seorang perwira tentara Nazi yang punya hobi filateli.  Perangko tersebut tidak diperoleh oleh si wanita dari orang Indonesia, namun diperoleh dari seorang pengacara /notaris yang dipercaya oleh keluarganya. Kebetulan sang perwira belum memiliki koleksi perangko dari Hindia Belanda tersebut. Akhir cerita, sang wanita tersebut berhasil selamat dan melarikan diri ke tanah baru yaitu Israel. Nama Hindia Belanda (Indonesia) hanya sedikit terbawa dalam alur film tersebut.

Salah satu adegan Rachel Rosenthal atau Ellies de Vries dengan Perwira Ludwig Muntze

Salah satu adegan Rachel Rosenthal atau Ellies de Vries dengan Perwira Ludwig Muntze sedang meneliti perangko

Salah satu adegan Rachel Rosenthal atau Ellies de Vries dengan Perwira Ludwig Muntze di film Zwartboek

Salah satu adegan Rachel Rosenthal atau Ellies de Vries dengan Perwira Ludwig Muntze di film Zwartboek

Uraian di atas tidak bisa menyimpulkan bahwa warga Belanda yang menjadi warga negara Israel punya hubungan dengan Belanda. Sampai suatu saat saya menemukan sebuah link video di internet tentang perkumpulan warga Israel yang berasal dari Belanda, yang memiliki nostalgia dengan Hindia Belanda. Benar, mereka pernah hidup di Indonesia dan bahkan lahir di Indonesia. Perkumpulan yang anggotanya adalah para manula tersebut, sering mengadakan pertemuan untuk bernostalgia dengan suasana Hindia Belanda (Indonesia). Lengkap dengan sajian makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, gethuk, sayur lodeh, tahu dan sebagainya. Bahkan mereka menyanyikan lagu berbahasa Belanda yang berisi syair tentang makanan-makanan di Indonesia.

Judul Video Perkumpulan Yahudi Indonesia di Israel

Judul Video Perkumpulan Yahudi Indonesia di Israel

Video Perkumpulan Yahudi Indonesia di Israel - Tempo Dulu

Video Perkumpulan Yahudi Indonesia di Israel – Tempo Dulu

Pertemuan Yahudi Belanda Indonesia di Israel

Pertemuan Yahudi Belanda Indonesia di Israel

Tak jelas apa yang sebenarnya dirasakan dalam hati mereka dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Apakah mereka bangga dan merasa memiliki Indonesia karena telah numpang lahir dan hidup beberapa saat di Indonesia? Yang jelas mereka saat ini atau dulu sama saja, saat ini mereka berada di wilayah Israel yang berarti menjajah Palestina dan dulu mereka berada di wilayah Hindia Belanda yang berarti menjajah Indonesia. Apakah ini suatu kebetulan?

Tak jelas pula apakah kepentingan mereka di Indonesia secara terselubung masih mereka perjuangkan melalui mulut-mulut nyinyir para para pengkhianat pribumi itu. Wallahu a’lam.





Di Manakah Kebahagiaan Itu?

25 11 2012

Kita begitu familiar dengan kata bahagia. Ketika kita pergi ke resepsi pernikahan kerabat atau teman pasti kita menyisipkan harapan dan doa agar mereka berdua bahagia. Namun tentunya bahagia bukan monopoli mereka yang sedang dan akan berkeluarga. Mereka yang masih anak-anak dan remaja pun berhak merasakan kebahagiaan itu. Mungkin saja bentuk bahagia mereka (anak-anak) lebih sederhana dibandingkan dengan orang dewasa. Hampir setiap manusia menginginkan hidupnya bahagia.

Tulisan ini tidak akan mendefinisikan apa itu bahagia dan kebahagiaan karena terbatasnya referensi, selain itu tanpa definisi itu pun kita pasti bisa membayangkan dan merasakan apa itu bahagia.

Dalam blognya http://benhan8.wordpress.com, Beni Handoko menuliskan bahwa pada dasarnya manusia itu tidak bahagia. Kondisi ini menyebabkan manusia akan selalu mencari dan memburu kebahagiaan itu sepanjang hidupnya. Namun sayangnya banyak yang tidak mendapatkan kebahagiaan tersebut. Mereka hanya melakukan achievement dan escapism yang nanti akan mengembalikan mereka menuju kondisi tidak bahagia.

Achievement adalah usaha manusia untuk berpindah dari ketidakahagiaan menuju kebahagiaan melalui pencapaian sesuatu oleh dirinya. Misal dengan berprestasi di kuliah, tempat kerja, menduduki jabatan tertentu, memiliki barang tertentu, memiliki pengikut dan seterusnya.

Sedangkan escapism adalah usaha lari dari ketidakbahagiaan dengan melakukan sesuatu yang dianggapnya akan membawa pada kebahagiaan. Misalnya: bekerja keras, belanja, melakukan olahraga, main game, mabuk-mabukan, nonton film, dan sebagainya.

Seorang ulama Islam, Ibnul Qayim Al Jauziyah telah membagi bentuk kebahagiaan. Bentuk kebahagiaan ini diklasifikasikan dari asal dari pembuat bahagia itu sendiri. Menurut Ibnul Qayim Al Jauziyah kebahagiaan itu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Kebahagiaan yang berasal atau yang disebabkan oleh hal-hal di luar diri manusia. Contoh dari kebahagiaan ini adalah kebahagiaan yang datang karena pemilikan benda di luar manusia seperti harta, mobil, pasangan, anak, uang, pakaian dan sebagainya. Pastilah jika seseorang yang memiliki kebahagian jenis ini akan merasa tidak bahagia jika hal-hal di luar dirinya tersebut menghilang atau rusak. Jika dimasukkan dalam kategori kebahagiaan sebelumnya, kebahagiaan ini masuk dalam kategori achievement.

2. Kebahagiaan yang berasal atau yang disebabkan oleh hal-hal yang ada di dalam diri manusia. Contoh: bahagia karena memiliki tubuh yang lengkap, sehat, kulit indah, wajah rupawan, badan yang kuat dan sebagainya. Manusia yang bahagia dengan bentuk kedua ini akan sangat menderita ketika apa yang ada dalam dirinya mulai menurun. Sama dengan kategori sebelumnya, kebahagian tingkat ini masuk dalam kategori achievement juga.

3. Kebahagiaan yang berasal dari dalam hati manusia. Kebahagiaan dalam tingkatan ini berasal dari hati dan jiwa manusia. Kebahagiaan ini adalah kebahagiaan yang sejati karena tidak tergantung dari kondisi fisik dan di luar fisik manusia yang sangat rentan berubah. Kebahagiaan jenis ini hanya dapat diraih dengan pemahaman ilmu dan amal shaleh.

Yang harus kita yakini sebagai muslim adalah kebahagiaan pasti berasal dari Allah SWT. Allah adalah pemilik segala yang ada di jagat raya ini, termasuk pemilik dan pemberi perasaan bahagia itu. Untuk menggapainya kita harus mengetahui ilmu tentang hidup dan selalu melakukan amal shaleh serta menjauhi maksiat. Kita harus tunduk padanya jika ingin diilhamkan kebahagiaan. Kebahagiaan berasal dari hati, yang pada hakikatnya Allah jua sang pemilik dan pembolak-balik hati.

Sejalan dengan kebahagiaan sejati menurut Ibnul Qayim maka manusia harus melepaskan kebahagiaan dari fisik dan sebab-sebab di luar dirinya. Hal utama yang perlu kita lakukan adalah ridha dan bersyukur dengan apa yang ada sekarang ini. Inilah amalan hati yang akan menjamin kita selalu berbahagia. Dengan syukur dan ridha kita dapat berdamai dengan diri sendiri dan terhindar dari ketergantungan dengan hal di luar diri kita. Lepaskan ikatan-ikatan dari luar hati kita yang mengekang hati kita untuk selalu bersyukur. Biarkan kita bersyukur dan ridha dengan kekinian kita, dengan apa yang Allah berikan kepada kita saat ini.

Sumber:

1. http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/saat-terindah-dalam-hidup-manusia.html

2. http://benhan8.wordpress.com/2012/09/22/the-secret-of-unhappiness





Kisah Tragis Ahli Ibadah yang Mati Su’ul Khatimah

7 11 2012

Copy paste dari: http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/04/26/5468/kisah-tragis-ahli-ibadah-yang-mati-su%27ul-khatimah/

Janganlah kita terlampau puas dengan amal shalih yang sudah kita lakukan dan bersandar padanya. Apalagi diikuti dengan merasa bangga diri dan merasa sudah pasti menjadi ahli surga. Akibatnya, tidak lagi berharap kepada rahmat Allah dan kemurahan-Nya.

Sesungguhnya perbuatan hamba ditentukan pada akhir hayatnya. Dan kita tidak tahu di atas kondisi apa mengakhiri kehidupan kita, apakah  husnul khatimah (akhir hayat yang baik) atau su’ul khatimah (akhir hayat yang buruk).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya segala  perbuatan ditentukan bagian akhirnya.” (HR. Bukhari).

Artinya, barangsiapa yang telah ditetapkan oleh Allah beriman di akhir hayatnya, meskipun sebelumnya dia kufur dan selalu melakukan maksiat, menjelang kematiannya ia akan beriman. Ia meninggal dalam keadaan beriman dan dimasukkan ke dalam surga. Demikan juga dengan orang yang sudah ditentukan kafir atau fasik di akhir hayatnya, meskipun sebelumnya ia beriman, maka menjelang kematiannya ia akan melakukan kekufuran. Ia meninggal dalam keadaan kufur dan akan dimasukkan ke dalam neraka.

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir mendahuluinya lalu dia beramal dengan amalan ahli neraka, lantas ia memasukinya. Dan sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, lantas ia memasukinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Sahl bin Sa’ad al Sa’idi, “Sesunggunya ada seorang dari kalian benar-benar melakukan amalan ahli surga, dalam apa yang nampak kepada manusia. . . .” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karenanya, kita harus senantiasa berdoa supaya Allah senantiasa memberikan keteguhan hati di atas kebenaran dan kebaikan serta memberikan kepada kita husnul khatimah. Sebaliknya kita juga berlindung kepada Allah dari su’ul khatimah dan kesudahan yang buruk.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam senantiasa berdoa,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati di atas agama-Mu.

Dalam riwayat muslim beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “sesungguhnya hati semua manusia berada di antara dua jari Allah, seolah-olah hanya satu hati. Allah berbuat sekehendak-Nya.” Lalu beliau berdoa,

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Wahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu.

Sebab Su’ul Khatimah

Ibnu Hajar al Haitami berkata, “Sesungguhnya akhir hayat yang buruk diakibatkan bibit keburukan yang terpendam dalam jiwa manusia, yang tidak diketahui orang lain. Kadang-kadang seseorang melakukan perbuatan-perbuatan ahli neraka, namun di dalam jiwanya terpendam bibit kebaikan. Maka, menjelang ajalnya bibit kebaikan itu tumbuh dan mengalahkan kejahatannya. Sehingga ia mati dalam keadaan husnul khatimah.”

Abdul Aziz bin Dawud berkata, “Aku hadir pada seseorang yang sedang ditalqin (dibimbing untuk mengucapkan kalimat syahadat), akan tetapi ia tidak mau. Lalu aku bertanya tentang orang ini. Ternyata ia seorang peminum khamer.”

Pada kesempatan yang lain ia berkata, “Berhati-hatilah dengan dosa, karena dosa bisa menjerumuskan seseorang ke dalam su’ul khatimah.”

Berhati-hatilah dengan dosa, karena dosa bisa menjerumuskan seseorang ke dalam su’ul khatimah.

Abdul Aziz bin Dawud

Kisah Tragis seorang ahli Ibadah yang mati Su’ul Khatimah

Manshur bin Ammar mengisahkan, dulu kala aku punya seorang teman yang suka melampaui batas, lalu bertaubat. Aku melihat dia banyak beribadah dan shalat tahajjud. Suatu ketika aku putus komunikasi dengannya. Dan menurut kabar dari orang-orang, ia sedang sakit. Maka aku pergi ke rumahnya dan anak perempuannya datang menemuiku. Dia bertanya, “Siapa yang engkau ingin temui?” Aku menjawab, “Si fulan.” Maka ia mengizinkanku masuk dan akupun bergegas ke dalam rumah.Aku melihatnya sedang tebaring di atas ranjang yang terletak di tengah rumah. Mukanya terlihat kehitaman, kedua matanya tertutup dan kedua bibirnya bengkak dan menebal.

Aku berkata padanya dengan perasaan takut melihatnya, “Wahai saudaraku, perbanyaklah mengucap Laa Ilaaha Illallaah.” Ia membuka kedua matanya dan menatapku dengan penuh kemarahan, lalu ia tak sadarkan diri. Kembali kuulangi perkataanku kedua kalinya, wahai saudaraku perbanyaklah mengucap Laa Ilaaaha Illallaah.” Pada saat aku mengulanginya untuk ke tiga kalinya, lalu ia membuka matanya dan berkata, “Wahai Manshur, saudaraku, kalimat ini telah menjauh dariku.”

Aku bergumam, “Tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan izin Allah, Dzat Mahatinggi dan Mahamulia.”

Kemudian aku bertanya padanya, “wahai  saudaraku, di manakah shalat, puasa, tahajud dan shalat malammu?”

Ia menjawab, “Aku melakukan semua itu bukan untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan taubatku hanyalah taubat  palsu. Sebenarnya aku melakukan semua itu supaya aku dikenal dan disebut-sebut orang, aku melakukannya dengan maksud pamer kepada orang lain. Bila aku menyepi seorang diri, aku masuk ke dalam rumah dan memasang tirai-tirai, lalu aku minum khamer dan menantang Tuhan dengan kemaksiatan-kemaksiatan. Aku terus melakukan itu sampai beberapa masa. Kemudian aku ditimpa penyakit hingga hampir binasa. Saat itu juga aku suruh anak perempuanku, ‘ambilkanlah aku mushaf!’ dan aku berdoa, ‘Ya Allah, demi kebenaran Al-Qur’an yang agung, sembuhkanlah aku!’ Dan aku berjanji tidak akan kembali melakukan dosa untuk selamanya. Maka Allah membebaskanku dari penyakit.

Setelah sembuh, aku kembali kepada keadaan semula, hidup berpoya-poya dan berhura-hura. Syetan telah membuatku lupa dengan perjanjian yang telah kuikrarkan kepada Tuhanku. Aku terlena dalam keadaan itu sampai beberapa saat lamanya hingga aku menderita sakit hampir mati karenanya. Lalu aku perintahkan keluargaku membawaku ke tengah-tengah rumah seperti biasanya. Kemudian aku suruh mereka mengambilkan mushaf dan aku mulai membacanya. Lalu aku acungkan mushaf itu seraya berdoa, ‘Ya Allah, demi kehormaan kalam-Mu yang ada dalam mushaf ini, bebasknalah aku dari penyakitku!.’ Maka Allah mengabulkan permintaanku dan menyembuhkan penyakitku.

Kemudian aku kembali hidup bersenang-senang dan akupun jatuh sakit lagi. Lalu aku perintahkan keluargaku membawaku ke tengah-tengah rumah seperti yang engkau lihat sekarang ini. Kemudian aku menyuruh mereka mengambilkan mushaf untuk kubaca, tetapi mataku sudah tidak bisa melihat saru huruf-pun. Aku pun menyadari bahwa Allah sudah murka kepadaku. Lalu aku acungkan mushaf itu di atas kepalaku sembari memohon, ‘Ya Allah, demi kehormatan mushaf ini, bebaskalah aku dari penyakit ini, wahai penguasa bumi dan langit!’ Tiba-tiba aku mendengar seperti suara memanggil, ‘engkau bertaubat tatkala engkau sakit, dan engkau kembali kepada perbuatan dosa tatkala engkau sembuh. Betapa banyak Dia menyelamatkanmu dari kesusahan, dan betapa bayak Dia menyingkap bala’ cobaan tatkala engkau diuji. Tidaklah engkau takut dengan kematian? Dan engkau telah binasa di dalam kesalahan-kesalahan’.”

‘Engkau bertaubat tatkala engkau sakit, dan engkau kembali kepada perbuatan dosa tatkala engkau sembuh. Betapa banyak Dia menyelamatkanmu dari kesusahan, dan betapa bayak Dia menyingkap bala’ cobaan tatkala engkau diuji. Tidaklah engkau takut dengan kematian? Dan engkau telah binasa di dalam kesalahan-kesalahan’.

Manshur bin ‘Ammar berkata, “sungguh demi Allah aku keluar dari rumahnya dengan air mata tertumpah merenungkan ‘ibrah yang baru kulihat, dan belum sampai di pintu rumahku, sampailah kabar bahwa dia sudah meninggal.” [PurWD/voa-islam.com]

(Sumber: Mi’ah Qishash wa Qishah fi Anis ash-Shalihin wa Samir al Muttaqin, Muhammad Amin al Jundi, (edisi Indonesia: 101 kisah teladan,  Mitra Pustaka Yogyakarta, Cet XI November 2006).





Cara Mengedit Judul Chirpstory

31 10 2012

Seperti yang kita sudah ketahui chirpstory adalah salah satu website (chirpstory.com) yang menyediakan tool untuk  merangkai twit yang ada di timeline kita. Dengan chirpstory, kita menjadi  lebih mudah membaca twit /kultwit dari akun tertentu yang telah ter-chirp. Misal chirpstory dari akun terkenal seperti Trio Macan, Felix Siauw, Man Jada wa Jadda dan sebagainya.

Kali ini saya akan share cara mengubah/mengedit judul chirpstory. Alasan saya men-share adalah karena beberapa kali saya mengalami kesulitan ketika akan mengedit judul, karena tidak terdapat menu yang jelas di chirpstory itu sendiri. Anda hanya bisa mengedit judul chirpstory yang ada dalam akun Anda sendiri (yang Anda buat).

Berikut langkah-langkahnya:

1. Silahkan Anda masuk ke akun Anda di chirpstory (chirpstory.com). Anda bisa masuk (login) melalui akun twitter yang Anda punya.

2. Pilih chirpstories yang akan Anda edit dengan mengklik judul chirpstory yang ada dalam daftar akun chirp Anda.

3. Setelah muncul halaman chirpstory tersebut, klik “Open Menu” yang ada di bawah judul. Lihat gambar.

Klik "Open Menu"

Klik “Open Menu”

4. Setelah klik Open Menu akan muncul panel sebagaiamana gambar di bawah. Kemudian pilih / klik “Change Setting”

Pilih/klik "Change Setting"

Pilih/klik “Change Setting”

5. Kemudian muncul panel di bawah, selanjutnya Anda bisa mengedit judul chirpstory Anda.

Edit Judul di kotak yang tersedia

Edit Judul di kotak yang tersedia (dalam lingkaran merah)

6. Setelah mengedit judul, Anda diminta untuk memilih kategori di kotak “Select Category”. Setelah itu Anda bisa melengkapi kotak yang lain (optional). Setelah selesasi, Anda klik button “Edit” yang ada di kotak panel bagian bawah.

7. Edit judul selesai.

Mudah, bukan? Terima kasih. Semoga bermanfaat!!